Pulau Lombok berada di antara pulau Bali dan pulau Sumbawa. Abdul Syakur (2006:13) menjelaskan bahwa kata Lombok berasal dari kata loumbouk yang dalam bahasa Sasak berarti lurus. Pengertian tersebut didasarkan atas pendapat bahwa kebanyakan orang di pulau itu berhati lurus, jujur, tak suka bertingkah macam-macam, sehingga disebut dengan pulau lurus (loumbouk)
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mahsun (2006), bahasa Sasak
terdiri atas empat buah dialek yaitu dialek Bayan, dialek Pujut, dialek Selaparang,
dan dialek Aik Bukaq. Pembagian dialek yang dihasilkan oleh Mahsun didasarkan
pada pengkajian dengan menggunakan berkas isoglos. Langkah yang ditempuh
dalam penelitian itu ialah dengan mengamati keseluruhan peta isoglos yang
dihasilkan berdasarkan beberapa daerah pengamatan yang dianggap dapat
mewakili seluruh wilayah pemakaian bahasa Sasak. Setelah itu peta yang
memperlihatkan isoglos korespondensi dan variasi bunyi dihitung persentasenya
dan dipadukan dengan kategori penentuan isolek sebagai dialek pada rumus
penentuan berkas isoglos. Setelah langkah tersebut selesai, kemudian diamati ciri
121
linguistik yang menjadi penanda dialek yang telah ditentukan tersebut dengan
melihat realisasi vokal [a] pada silabe ultima dan penultima dalam sebuah kata.
Berdasarkan langkah-langkah penelitian di atas, maka keempat dialek tersebut
masing-masing dapat pula disebut sebagai dialek [a-a] untuk dialek Bayan, dialek
[a-∂] untuk dialek Pujut, dialek [∂-∂] untuk dialek Selaparang, dan dialek [a-o]
untuk dialek Aik Bukaq. Contoh realisasi vokal tersebut dalam kata, misalnya
untuk glos laki-laki dalam dialek Bayan disebut [mama], untuk dialek Pujut
[mam∂], untuk dialek Selaparang [m∂m∂], dan untuk dialek Aik Bukaq disebut
[mamo].

0 komentar:
Posting Komentar