Selama beberapa tahun tinggal di Pulau Lombok, saya sebagai salah seorang yang berasal dari Jawa merasakan adanya kemiripan antara Bahasa Sasak dan Bahasa Jawa. Ada istilah sama tapi digunakan untuk menyebut sesuatu berbeda, seperti "gedang" untuk "pepaya" sedangkan orang jawa menyebutnya untuk "pisang"; "menek" untuk buang air kecil, sedangkan orang Jawa menyebutnya untuk "naik pohon".
Ada istilah yang betul-betul sama dan digunakan untuk menyebut benda atau aktivitas yang sama, seperti "lawang" untuk pintu, "peken" untuk pasar, "tilem" untuk tidur, "mangan" untuk makan, "nggih" untuk "ya", dsb
Ada juga yang berubah sebagian saja disesuaikan dengan bahasa yang ada di Lombok, seperti "pire" dari kata "piro".
Memang dari segi sejarah bahasa ini berasal dari rumpun yang sama. Namun para ahli memperkirakan bahwa bahasa Sasak yang berkembang saat ini berasal dari Bahasa Jawa dan serapan dari Bahasa Indonesia.
Luar Biasa ......


0 komentar:
Posting Komentar